Marlina the Murderer in Four Acts

Marlina the Murderer in Four Acts ★★★★★

When Kill Bill meets Once Upon a Time in The West, but 'The West' is replaced with 'The East'

Nyoba nonton ulang, ternyata tanpa disangka saya bisa enjoy banget sama film ini layaknya nonton film western-nya Sergio Leone, ngak cuma itu saja saya juga sudah bisa mengatakan kalau ini adalah sebuah mahakarya luar biasa karya anak bangsa, dan sudah bisa nge-rate 5 bintang sempurna yang sebelumnya cuma bisa nge-rate 4 bintang saja.
Intinya tanpa perlu diragukan lagi ini adalah salah satu film Indonesia terbaik yang pernah ada, karena untuk sekelas film Indonesia ini bisa dibilang film yang sempurna dari berbagai aspek.

Pertama dari segi sinematografinya yang super cantik, dulu pas pertama kali nonton karena belum terbiasa sama film yang berjalan lambat saya waktu itu kurang bisa enjoy sama film ini, tapi saya masih betah nonton karena sinematografinya yang sangat cantik ini, memang sinematografinya ini mungkin adalah sinematografi terbaik dan tercantik yang pernah ada di dunia perfilman Indonesia.

Kedua dari segi akting para cast-nya yang semuanya bagus-bagus, terutama si Marsha Timothy yang aktingnya sangat natural dan totalitas sebagai tokoh utama, ngak heran dia dapat penghargaan Piala Citra sebagai aktris terbaik atas perannya tersebut, demikian juga dengan yang memerankan si wanita hamil, cukup pantas juga dia dapat penghargaan Piala Citra sebagai aktris pendukung terbaik.

Ketiga dari sisi scoring-nya yang sangat mantap, walau penggunaannya minim, tapi pas sekali digunakan cuma bisa bikin semakin betah nonton saja.

Dan keempat dari segi penyutradaraan dari mbak Mouly Surya yang sangat mengagumkan, film ini menjadi bukti lain (Selain Fiksi dan YTDKMC) kalau dia adalah salah satu sutradara Indonesia terbaik yang pernah ada, ngak cuma itu saja, saya berani bilang kalau dia adalah salah satu sutradara wanita terbaik yang pernah ada, dan entahlah kalau dengar namanya jadi keingat sutradara wanita asal Perancis Céline Sciamma yang fenomenal karena mahakarya luar biasanya Potrait of a Lady on Fire, saya dapati dari keduanya terdapat banyak kesamaan dalam penyutradaraan sebuah film.

Akhir kata, sebenarnya masih banyak aspek-aspek lain yang sengaja ngak tak bahas, tapi kurasa yang diatas sudah cukup untuk membicarakan kehebatan film ini, dan kalau misalnya saya disuruh untuk memilih dari sekian film Indonesia mana yang paling pantas dimasukkan ke dalam nominasi Oscar, tentu saya akan memilih ini.

Zegan liked these reviews

All