Favorite films

  • The Silence
  • Summer Interlude
  • Pink Flamingos
  • Sweet Movie

Recent activity

All
  • Lust

    ★★★★½

  • Kate

    ★★★½

  • Malignant

    ★★★

  • Primitive London

    ★★★★★

Recent reviews

More
  • Lust

    Lust

    ★★★★½

    HONEST OPINION (bukan sarkas, bukan becanda, bukan karena Ival teman saya).

    Ival bisa banget jadi sutradara avantgarde Indonesia, lengkapin aja dia equipment, budget, perlengkapan produksi, dan properti yang oke, fix bakalan jadi Bertrand Mandico-nya Indonesia dia mah. Berpotensi banget.

    Dari aku yang hobi banget nonton film-film abstrak avantgarde:
    Di imajinasiku, Lust ini bisa banget dikembangin dengan menampakkan sensualitas atau sedikit ketelanjangan, alias karena adanya suara perempuan di awal, bisa kali ye ada penampakan perempuan yang adegannya berkaitan sama sensualitas, nafsu,…

  • Kate

    Kate

    ★★★½

    This review may contain spoilers. I can handle the truth.

    A very fucking worthy to watch film of 2021.

    Plot ceritanya biasa aja beneran, kayak Atomic Blonde atau John Wick gitu(?) ketebak aja pokoknya. Tapi yang bikin ini keren itu pengambilan gambarnya anjir, mana latarnya Tokyo yang penuh neon, futuristik, lagu-lagu Jepang, classic & modern Japanese culture juga disorot, meski film Western tapi gak pretensius (sotoy) terhadap kultur Jepang nya sendiri, kayak representasi nya pas aja, ada beberapa filosofi kultur Jepang yg meaningful juga di beberapa dialog.

    Karakter Kate nya badass…

Popular reviews

More
  • The Green Knight

    The Green Knight

    ★★★★

    I felt content. Film ini punya spot spesial buatku, jujur aku jatuh cinta ke plot nya. Banget. Ceritanya ini tuh (di pikiranku) kayak cerita-cerita di novel-novel dongeng klasik tentang petualangan ksatria yang gagah gitu loh, ditambah lagi ada taburan filosofi yang cukup poetic, lalu divisualisasikan menjadi film yang penggunaan warnanya indah, pengambilan gambarnya cerdas, dan penokohannya tepat.

    Aku gak ngerasa kosong sama sekali selama nonton karena gak sabar nungguin siapa dan apa lagi yang akan ditemui Gawain di perjalanannya menemui…

  • Malignant

    Malignant

    ★★★

    This review may contain spoilers. I can handle the truth.

    Kalau dibilang Giallo sih enggak, lebih ke Neo-Giallo kali ya. Percampuran antara teknik kamera modern dengan pergerakan kamera dalam ruangan yang bertujuan memanipulasi tensi filmnya. Sama ada aspek Giallo klasik kayak pengambilan gambar low-angle, penggunaan asap kabut yang banyak, lampu neon merah biru. Tapi aspek-aspek ini gak bisa aku katakan ‘terbaik’, cuma bisa kubilang ‘cukup’. soalnya kentangnya banyak. (apa coba kentangnya banyak)

    Kembalinya James Wan dalam membuat horror bisa dibilang idenya cukup menarik, pakai konsep body horror dengan cerita parasitic…