Roma

Roma ★★★★½

This review may contain spoilers. I can handle the truth.

This review may contain spoilers.

"Dengerin dengerin. Tulis begini: Roma. Bukan biskuit. Bukan penyanyi dangdut. Bukan klub sepakbola."

Begitu saran si pacar pas aku minta pendapat gimana-nulis-review-film-sebagus-Roma. Aku ngakak terus sewot karena ngerasa ITU REVIEW APAAN ANJEEEEER.

Eh ternyata aku tulis juga sih hehehe.

Habis gimana, ya. Bawaannya pengen nangiiiiiis aja pas selesai nonton ini. Film brojolan om Alfonso Cuarón ini film cantik-cantik bikin luka. Ya, cantik karena pemilihan hitam putihnya dan pengambilan gambarnya yang lebih dari sekedar pengambilan gambar. Aku suka banget pas adegan awal film ini ada lantai bata terus nggak lama ada air dan ternyata itu 'kerjaan'-nya Cleo (Alitzia Aparicio), tokoh utama film ini.

Ya, bikin luka. Bikin aku nangis pengen meringkuk di tempat tidur dan memeluk lututku sendiri. Memikirkan kalau perempuan memang harus punya kekuatan. Jangan lemah!

Konflik yang dialami Cleo sebagai pembantu rumah tangga dan Sofia (Marina de Tavira) si majikan itu memaksa air asin dari mataku keluar. Bukan, konflik mereka bukan soal Cleo yang diperkosa tuannya terus nyonyahnya liat dan nyonyahnya murka merasa dikhianati layaknya konflik yang ada di sinetron-sinetron lawas Indonesia. Konflik mereka itu tentang hubungan antar majikan dan pembantu rumah tangga. Serta hubungan para perempuan dengan para lelaki bajingak.

Ya, para lelaki bajingak macam Fermin (Jorge Antonio) dan Antonio (Fernando Grediaga). Tolong lah Fermin sama Antonio dibumihanguskan dikasih bencana gempa bumi kebakaran ketembak pas kerusuhan mahasiswa tenggelam di pantai pokoknya semua bencana di film ini tolong kasih ke mereka berdua aja lah!!!!1111!!!!

Oke. Balik lagi ke cantik-bikin-luka. Seenggaknya ada tiga momen yang paling aku ingat dan bikin aku menjuluki film ini sebagai film cantik bikin luka.

1. Momen pas Cleo sadar kalau dia telat datang bulan. Mataku panas. Mana si Fermin, yang ngehamilin itu nggak mau tanggung jawab atas telat tiga bulannya Cleo. HUAAAA @$$^&$#*@@(#(@@&&× BANGET KAAAN. Aku jadi ingat lagu Telat 3 Bulan-nya Jamrud. Tepatnya pas di bagian,

"Heiiiii, salahkah aku yang jadi mau saat melihat isi dalam rokmu. Heiiiii kenapa kau pun mau saat kurayu, dan kita langsung berguling bergerak bebas diatas pasiiiiir~"

Bangke aku ingat itu tambah nangeeeeeeeees. Ngebayangin kalau yang nyanyi itu bukan vokalis Jamrud tapi si Fermin.

2. Momen pas Sofia dan keempat anaknya beserta Cleo lagi duduk melingkar di meja makan. Sofia akhirnya buka-bukaan soal ayahnya anak-anak yang nggak bakal pulang lagi. Anak-anak pada nangis. Aku jadi sedih. Mereka duduk kayak gitu udah kayak keluarga di kaleng Khong Guan. Nggak ada bapaknya :(

3. Momen pas Cleo nyanyi lagu yang diputar di radio.

"Tapi aku terlahir miskin, dan kau takkan pernah mencintaiku."

Liriknya cocok sama sobat misqin.

Icha Hairunnisa liked this review