Yesterday

Yesterday ★★★★

Dari "A Hard Day’s Night" sampai "Across the Universe", The Beatles tidak hanya dikenang sebagai salah satu penguasa panggung musik bersama pesona personil dan kualitas tembang-tembang legendarisnya tetapi juga dalam dunia sinema di mana kali ini kombo maut sutradara-penulis Inggris, Danny Boyle-Richard Curtis memberikan penghormatan kepada "the Fab Four" dengan sajian komedi romantis fantasi yang tidak ada duanya.

Premis "Yesterday" (judulnya diambil dari salah satu lagu The Beatles) garapan Curtis bisa dibilang jenius. Bayangkan dunia di mana The Beatles tidak pernah ada dan hanya ada satu orang, dalam kasus ini ada musisi amatiran Jack Malik (Himesh Patel) yang mengingatnya dan seperti yang terlihat di trailernya, ia memanfaatkan "anugerah" itu like a bos!.

Seperti yang kamu tahu, Danny Boyle adalah salah satu sutradara yang jago memanfatkan elemen musik di hampir semua film-filmnya, tidak terkecuali "Yesterday" yang jelas-jelas membawa The Beatles sebagai bahan jualannya. Mungkin "Yesterday" bukan karya terbaik Boyle, tetapi ini jelas adalah bentuk dari sebuah cinta, penghormatan dan kekaguman besar sutradara "Trainspotting" ini kepada The Beatles lengkap dengan desain pop art penuh warna nan catchy yang menjadi ciri khasnya menyertai perjalanan magical karakter utamanya dalam mencari ketenaran, jadi diri dan cinta. Coba lihat saja bagaimana Boyle tidak hanya mengajak para Beatlemania untuk auto nyanyi dengan banyak pilihan lagu-lagu abadi sang pujaan tetapi juga memberikan detail-detail kecil penuh arti sentimentil yang bakal menyentuh mereka yang mengenal The Beatles.

Bukan tanpa kekurangan, meski bekerja baik buat mereka fans atau yang sekedar mengetahui lagu-lagu The Beatles, "Yesterday" sebenarnya tidak berakhir se-mind blowing konsepnya. Ide dunia tanpa The Beatles, ya, tidak ada yang meragukan itu sangat pintar apalagi ini keluar dari kepala seorang Richard Curtis yang pernah melahirkan "Four Weddings and a Funeral", "Nothing Hill", "Bridget Jones's Diary" sampai "About Time" namun dalam perjalanannya, konsep itu tidak dimanfaatkan maksimal, alih-alih sedikit membuat premisnya menjadi lebih kompleks, tricky, dalam dan menempel mulus pada sub plot percintaan "malu-malu kucing" antara Jack dan Ellie.

Curtis seperti terlalu menyederhanakan semuanya untuk menjadikannya sekedar romcom konvensional yang harus diakui memang lucu, manis dan hangat tapi tak meninggalkan kesan mendalam (khususnya buat penonton awam) seperti film-film Curtis lain yang saya sebutkan di atas atau seperti drama-drama tentang musik lainnya macam "Once" atau "Begin Again". Tetapi sekali lagi kehadiran The Beatles lewat lagu mereka, premis unik dan bagaimana Boyle mengolah dengan gaya khasnya membuat "Yesterday" menjadi terasa lebih istimewa, terutama buat mereka fans berat atau sekedar penonton di mana hidupnya diiringi oleh lagu-lagu sang legenda atau mereka yang kerap terbuai dengan Lily James yang tidak pernah gagal memesona,